23 Oktober 2012

Rangka, Otot dan Indra Manusia

                                                                  RANGKA MANUSIA

A.      RANGKA TUBUH MANUSIA
Tubuh kita dapat berdiri tegak karena di tunjang oleh rangka.karena terletak di dalam tubuh maka rangka dalam (Endoskeleton). Rangka tubuh kita tersusun atas 3 jenis jaringan yaitu jaringan tulang keras, jaringan tulang rawan, dan jaringan ikat sendi (ligamen).
Tulang merupakan jaringan hidup. Ia dapat tumbuh dan memerlukan makanan. Penyusunanya terdiri dari sel-sel tulang , zat kapur (kalsium), fosfor, dan zat perekat(collagen).
·         Tulang keras(biasa disebut tulang saja) tersusun atas campuran antara kalsium dan kolagen.
·         Tulang rawan tersusun dari selsel tulang rawan yang sifatnya kenyal dan lentur mengandung lebih banyak zat perekat

B.      GUNA RANGKA
Rangka tubuh bagi manusia memiliki fungsi sebagai berikut.
1.      Memberi bentuk, contohnya tulang tengkorak yang memberi bentuk pada wajah.
2.      Menegakkan tubuh
3.      Sebagai penopang tubuh, contohnya tulang kaki yang menopang seluruh tubuh.
4.      Melindungi organ-organ dalam/lunak, contohnya tulang-tulang rusuk yang melindungi jantung dan paru-paru.
5.      Alat gerak pasif.
6.      Tempat melekatnya otot, misalnya pada tulang kering (tibia) menempel otot.
7.      Tempat pembentukan sel darah mearah, keping darah, dan sel darah putih.

C.      SUSUNAN RANGKA TUBUH MANUSIA
Secara garis besar, tulang penyusun rangka tubuh terbagi menjadi tiga bagian, yaitu tulang tengkorak, tulang anggota badan, dan tulang anggota gerak(kaki dan tangan).
1.      Rangka Kepala
Rangka kepala dapat di bagi menjadi:
a.      Tulang Tengkorak(cranial)
Tersusun atas 8 tulang yang kuat dan rata dengan sisi bentuk zig-zag,yakni:
·         Tulang dahi (frontal)                                   (1 buah)
·         Tulang ubun-ubun(parietal)                        (2 buah)
·         Tulang tengkorak belakang(occipital)        (1 buah)
·         Tulang baji(sphensid)                                  (2 buah)
·         Tulang pelipis(temporal)                            (2 buah)

b.      Tulang Wajah(fasial)
Tersusun atas 14 tulang, yakni:
·         Tulang rahang atas(maxilla)                                (2 buah)    
·         Tulang rahang bawah(mandibula)                       (2 buah)
·         Tulang pipi dan lengkungan pipi(zyapromaties)  (2 buah)
·         Tulang langit-langit(palatun)                               (2 buah)
·         Tulang hidung(nasal)                                            (2 buah)
·         Tulang air mata(laerimal)                                   (2 buah)
·         Tulang mata bajak                                               (1 buah)
·         Tulang lidah                                                          (1 buah)

2.      Rangka Badan
Rangka berfungsi  sebagai pelindung organ-organ tubuh tubuh yang terletak dalam rongga badan misal jantung paru-paru. Rangka badan tersusun atas tulang belakang, tulang dada, tulang rusuk, gelang bahu, dan gelang pinggul.
a.      Tulang belakang
Merupakan sumbu dari badan dan berhubungan dengan tengkorak. Tulang ini sering disebuttulang punggung(vertebral column)/tulang pendukung pusat tubuh(spiral column), yang terdiri dari:
·         Tulang leher (7 ruas)
·         Tulang punggung (12 ruas)
·         Tulang ekor (4 ruas).

b.      Tulang dada
Bentukna pipih agak lebar, panjang kira-kira 15 sampai 20 cm, tulang ini berhubungan dengan tulang selangka dan tulang rusuk. Tulang dada dapat dibagi menjadi:
·         Tulang dada atas (manubrium)
·         Tulang dada tengah
·         Pedang-pedangan (tonjolan xhipoid).

Tulang rusuk berbentuk pipih panjang dan membentuk sangkar. Jumlahnya 12 pasang, tulang ini bergabung dengan tulang punggung.tulang rusuk dapat dibagi menjadi:
·         Tulang rusuk sejati (7 pasang)
·         Tulang rusuk palsu (3 pasang)
·         Tulang rusuk melayang (2 pasang)

c.       Tulang gelang bahu
Merupakan tempat persendian dengan bahu (lengan atas) terdiri dari:
·         Tulang selangka atau clavicula (2 buah), bentuknya seperti huruf S
·         Tulang belikat atau scapula (2 buah), berupa tulang pipih yang mempunyai tonjolan sehingga disebut tulang paruh gagak.

d.      Tulang gelang panggul
Merupakan tempat persendian dengan tulang paha, terdiri dari:
·         Tulang usus                   (2 buah)
·         Tulang duduk                (2 buah)
·         Tulang kemaluan          (2 buah)

3.      Rangka Anggota Gerak
Berupa tulang pipa dan tulang pendek yang berhubungan satu sama lain dngan
 perantara persendian, disebut tulang anggota gerak karena fungsi utamanya adalah
 untuk bergerak. Terdiri dari:
a.      Rangka anggota gerak atas
·         Tulang lengan atas                          (2 buah)
·         Tulang hasta                                    (2 buah)
·         Tulang pengimpil                            (2 buah)
·         Tulang pergelangan tangan            (16 buah)
·         Tulang telapak tangan                    (10 buah)
·         Tulang jari tangan                           (28 buah)

b.      Rangka anggota gerak bawah
·         Tulang paha                                    (2 buah)
·         Tulang betis                                     (2 buah)
·         Tulang kering                                  (2 buah)
·         Tulang tempurung lutut                  (2 buah)
·         Tulang pergelangan kaki                (14 buah), yang terbesar tulang tumit
·         Tulang telapak kaki                         (10 buah)
·         Tulang jari kaki                               (28 buah)

D.     BENTUK DAN STRUKTUR TULANG
      Tulang terdiriatas sel-sel hidupyang mendapat makanan dari pembuluh darah. Hal ini yang menyebabkan tulang bisa terus tumbuh sampa mencapai ketinggian yang maksimal. Memungkinkan juga tulang diperbaiki apabila rusak atau patah.
      Beberapa tulang berisi sumsum tulang, dalam sumsum inilah sel daarah merah dan sel darah nputih dibentuk. Selain itu mineral, kalsium, fosfor juga di simpan dalam tulang dan dapat diambil apabila tubuh memerlukan.
1.      Bentuk Tulang
Sebagian tulang adalah tulang rawan. Tulang rawan berangsur-angsur diganti dengan jaringan ikat yang mengeras dan akhirnya menjadi tulang, proses ini disebut osifikasi yang berkembang kira-kira sampai umur 20 tahun. Tengkorak dan tulang rahang tidak berkembang dari tidak berkembang dari tulang rawan, tetapi dari osifikasi jaringan lunak.
Menurut bentuknya tulang dapat di dibedakan menjadi sebagai berikut.
·         Tulang Pipa
Tulang ini memiliki bentuk sesuai namanya, berbentuk pipa. Tulang ini memiliki bentuk memanjang dan tengahnya berlubang yang berisi sumsum tulang. Contohnya adalah tulang paha, tulang betis, dan tulang lengan.
·         Tulang Pipih
Tulang ini memiliki bentuk pipih seperti pelat. Contoh dari tulang pipih adalah tulang penyusun tengkorak, tulang rusuk, dan tulang dada.
·         Tulang Pendek
Tulang pendek memiliki bentuk sesuai dengan namanya berbentuk pendek. Tulang ini bersifat ringan dan kuat. Meskipun tulang ini pendek, tulang ini mampu. Contohnya tulang pergelangan tangan dan kaki, ruas-ruas tulang belakang, tulang tulang jari tangan dan kaki.


2.      Struktur Tulang
Bagian terluar tulag diliputioleh periosterum yaitu lapisan jaringan pengikat yang kuat yang merupakan tempat melekatnya otot dan mengandung banyak pembuluh darah yang memberikan makanan bagi tulang.
Dibawah periosterum terdapat lapisan jaringan yang padat disebut tulang kompak. Jika diamati di bawah mikroskop irisan jaringan ini akan terlihat banyak kelompok yang terdiri dari lingkaran-lingkaran yangberlapis-lapis yang di sebut saluran Havers. Saluran ini berisi pembuluh darah dan saraf. Sel-sel tulang (osteosit) melekat dalam kerangka kerasyang berupa lingkaran-lingkaran tersebut. Lingkaran tersebut terbuat dari serat kolagen dan diperkuat oleh mineral yang mengandung kalsium karbonat dan kalsium fosfat. Di sebelah dalam dari tulang kompak terdapat lapisan jaringan tulang spons. Pada tulang spons ini terdapat garis tulang (trabecula) yang tersusun untuk menahan berat dan tekanan.
Pada tulang pipa, setelah lapisan jaringan tulang spons terdapat lubang. Walaupun sedikit, lubang ini mempengaruhi kekuatanya,serta membuat tulang pipa menjadi lebih ringan. Pada bayi rongga tulang spons dan lubang tulang pipa berisi susum merah. Sumsum ini sangat penting,sebab di sinilah sel darah merah, keping darah dan sebagian sel darah putih dihasilkan. Sejalan dengan pertumbuhan usia sebagian sumsum merah berubah menjadi sumsum lemak kuning.

E.      HUBUNGAN ANTARTULANG
Hubungan antar tulang ini di sebut sendi. Jika hubungan antar tulang tersebut tidak dapat digerakkan disebut sendi mati. Sedangkan hubungan antar tulang yang dapat digerakkan disebut sendi gerak
Tulang-tulang yang menyusun sendi gerak, dihubungkan oleh jaringan ikat sendi. Ujung kedua tulang yang bertemu pada sebuah sendi diliputi oleh tulang rawan. Antara kedua tulang ituterdapat rongga sendi yang berisi cairan pelumas disebut minyak msendi atau minyak sinovial.
Berdasarkan macam geraknya, sendi gerak dapat dibedakan lagi menjadi:
1.      Sendi Putar
Di mana tulang yang satu dapat berputar mengitari tulang yang lain.
Contoh: hubungan antara tulang hasta dengan pengumpil, sehingga dapat menggerakkan telapak tangan menelungkup atau menengadah
2.      Sendi Engsel
Sendi engsel mempunyai gerakan tulang ke dua arah yang menyerupai engsel pintu. Contoh: hubungan antara tulang lengan atas dengan lengan bawah yang disebut persendian siku, hubungan antara tulang paha dengan tungkai bawah yang disebut persendian lutut hubungan tulang-tulang pada jari tangan dan jari kaki.
3.      Sendi Peluru
Gerakan tulang ke segala arah.
Contoh: hubungan tulang antara tulang lengan atas dengan tulang lengan bahu, hubungan antara tulang paha dengan tulang gelang panggul.

4.      Sendi Pelana
Hubungan antara tulang yang satu dengan yang lain sehingga memungkinkan terjadinya gerakan tulang ke dua arah.
Contoh: hubungan antara tulang telapak tangan dengan tulang pergelangan tangan.
F.       MENJAGA KESEHATAN TULANG
Tulang yang menyusun rangka kita terbuat dari sel-sel hidup yang berisi pembuluh darah dan saraf, dapat tumbuh dan memperbaiki strukturnya sendiri. Sebagian besar jaringan tulang tersusun dari perpaduan serat kolagen dan mineral. Kolagen memberikan kekuatan dan kelenturan, sedangkan mineraldapat mengeraskan, tetapi bisa juga menjadi penyebab patahnya tulangkesehatan tulang tergantung pada ketersediaan kalsium dan fosfat. Dan itulah yang menyebabkan anank-anakdan ibu yang sedang mengandung sangat memerlukan mineral-mineral ini dalam makananya.
Apabila tubuh membutuhkan kalsium lebih banyak dari yang di sediakan oleh makanan maka tubuh akan mengambil dari perseiaan tulang. Setelah kehilangan kalsium tulang akan menjadi lemah. Orang tua, terutama wanita  sering menderita penipisan dan perapuhan tulang yang disebut Osteoporosis yang menyebabkan orang menjadi bungkukdan tulangnya mudah patah.
Olahraga secara teratur dan pemberian kalsium dalam jumlah yang cukup akan sangat membantu.

G.     KELAINAN DAN GANGGUAN PADA TULANG DAN SENDI
1.      Kelainan dan gangguan pada sendi
Apabila sendi mengalami infeksi, rongga sendi akan diisi oleh cairan cairan getah radang. Setiap gerakan pada sendi akan menimbulakan rasa sakit ini di sebut artitis eksundatif. Sebaliknya hal di atas juga dapat mengakibatkan kekurangan minyak sendi sehinggaketika sendi digrakan seperti berderik-derik dan menimbulkan rasa nyeri yang disebut artitis sika. Sobeknya selaput sendi disebut memar , sedangkan lepasnya ujung tulang dari sendi disebut urai sendi atau dislokasi.

2.      Kelainan dan gangguan pada tulang
Tulang yang patah disebut fraktura. Apabila patahnya tulang tidak merobek kulit disebut fraktura tertutup. Sebaliknya, apabila tulang yang patah itu mencuat keluar disebut fraktura terbuka. Apabila lebih dari satu patahan pad asebuah tulang disebut fraktura berganda. Apabila tulang terjadi pada anak-anak yang masih bertulang lentur dapat menyebabkan patahan tidak bersih dan tidak lengkap, ini disebut fraktura sebagian.
Tulang mengandung sel-sel pembentuk tulang (osteoblas) dan sel-sel penghancur tulang (osteoklas).
Pada setiap tulang yang masih hidup, terdapat selaput tulang (periosteum) yang bertugas menumbuhkan tulang. Jika periosteum ini rusak, bagian tulang yang tidak lagi memperoleh makanan dari periosteum menjadi mati dan mengering, keadaan seperti ini disebut mekrosis. Periosteum mampu pula menyambung tulang yang patah. Sambungan ini disebut kalus. Apabila tulang itu hanya retak saja maka kalus dibentuk dengan cepat, retaknya tulang tersebut efisura
Kebiasaan duduk atau berdiri yang salah dapat pula mengakibatkan kelainan bentuk tulang belakang.
·         Lordosis, yaitu tulang belakang bengkok ke belakang. Kelainan ini menyebabkan seseorang menjadi bungkuk.
·         Kifosis, yaitu tulang belakang bengkok ke depan. Kelainan ini menyebabkan dada menjadi terlalu membusung.
·         Skoliosis, tulang belakang bengkok ke samping. Kelainan ini menyebabkan badan menjadi condong ke kiri atau ke kanan.



OTOT MANUSIA

Otot merupakan suatu jaringan. Sel-sel otot bergabung memnajdi serabut-serabut otot, dan kumpulan serabut-serabut otot membentuk otot. Bentuk dan ukuran otot sangat bervariasi, ada yang berbentuk lingkaran, pipih, pendek dan panjang. Ukuran pun mulai dari yang besar, misalnya otot yang menggerakkan mata, panjangnya hanya beberapa millimeter saja.

A.     Jenis Otot
Ada tiga macam jaringan otot di dalam tubuh kia, masing-masing memiliki sel-sel yang berlainan, yaitu otot rangka, otot polos, dan otot jantung.
1.      Otot Rangka
Sesuai dengan namanya, otot-otot ini umumnya melekat pada rangka. Selain dinamakan otot rangkla, otot ini sering disebut otot sadar, otot volunter, otot lurik atau otot seran lintang. Dinamakan otot sadar atau otot volunter karena otot rangka dapat dikendalikan oleh otak. Dinamakan otot lurik karena paabila dilihat di bawah mikroskop tampak adanya daerah gelap danterang atau garis melintang.
Otot merupakan suatu jaringan. Sel-sel otot bergabung menjadi serabut-serabut otot dan serabut-serabut otot berkumpul menjadi satu kesatuan yang disebut berkas otot. Beberapa berkas otot bergabung menjadi berkas otot yang lebih bersar. Demikian seterusnya sehingga akhirnya berbentuk satu otot.
Pada umumnya otot rangka berbentuk seperti sekoci, bagian tengahnya menggembung disebut caal dan kedua ujungnya disebut tendon (urat otot).
2.      Otot Polos
Pada otot polos tidak terlihat satu helai pun garis melintang karena tidak mempunyai kendali apa pun terhadap gerakan-gerakannya maka otot ini dinamakan otot tak sadar atau otot involunter. Kerja otot ini tidak dipengaruhi oleh kehendak. Gerakannya lamban, berirama dan tidak mudah lelah. Otot polos tetap bekerja meskipun kita sedang tidur.
3.      Otot Jantung
Diberikan nama otot jantung karena otot ini hanya terdapat pada jantung. Sel-sel menyerupai otot rangka, tetapi kerjanya seperti otot polos. Otot ini tidak dapat dikendalikan secara sadar, terus bekerja sepanjang waktu dengan gerakan berirama memompakan darah ke seluruh tubuh.

B.      Cara Kerja Otot Rangka
Otot bekerja dengan jam berkontraksi. Pada waktu berkontraksi otot menjadi lebih pendek, mengembang dan tegang. Otot rangka hanya dapat bekerja jika mendapat rangsangan dari saraf. Apabila sarafnya rusak otot tidak dapat bekerja.
Otot yang membengkokkan disebut otot fleksor dan otot yang meluruskan kembali disebut otot otot ekstensor. Oleh karena otot ekstensor dan otot fleksor menarik tulang dengan cara otot yang kerjanya antagonis adalah otot bisep dan otot trisep pada lengan atas.
Ada pula dua otot yang sama-sama berkontraksi atau sama-sama berelaksasi untuk menggerakkan tulang. Kedua otot ini bekerja secara sinergis.
Jika otot mendapat latihan yang teratur dalam waktu yang cukup lama, otot dapat menjadi lebih besar dan kuat atau hipertrofi. Otot yangs ehat dan terlatih tidak mudah renggang dan robek. Sebaliknya, otot yang tidak digunakan akan mengecil dan lemah atau antropi.

C.      Energi Untuk Gerakan Otot
Untuk melakukan suatu aktivitas, otot memerlukan sejumlah energi. Energi diperoleh dari pembakaran glukosa di dalam darah. Proses ini disebut metabolisme. Hasil buangan dari proses ini berupa karbondioksida dan air. Ketika otot bekerja perlahan-lahan aliran darah menyediakan oksigen dan glukosa untuk keperluan itu.


INDRA MANUSIA

Organ pengindra kita memiliki bagian yang dapat menerima rangsang berupa ujung-ujung syaraf atau sel-sel reseptor. Satu jenis reseptor hanya bisa menanggapi satu jenis rangsang. Rangsangan yang diterimanya terlebih dahulu diubah menjadi impuls syaraf, kemudian oleh serabut-serabut syaraf sensorik diteruskan ke pusat susunan syaraf (otak dan susunan tulang belakang). Di pusat susunan syaraf kemudian diolah diartikan sehingga kita mengetahui apa yang terjadi di sekitar kita.
A.     Indra Penglihatan
Indra yang terpenting adalah penglihatan. Bagian otak yang berhubungan dengan indra ini jauh lebih besar dari pada yang berhubungan dengan indra lain. Mata merupakan organ penglihatan bagi kita. Bola mata terletak di dalam rongga mata dan dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak. Bagian depan bola mata dilindungi oleh selaput tipis, kelopak mata, bulu mata, dan kelenjar air mata.
a.      Bagian-bagian bola mata
Mata kita meyerupai kamera yangs ering kita pakai untuk memotret objek tertentu. Mata maupun kamera, keduanya mempunyai lensa yang dapat diatur untuk membentuk bayangan pada suatu permukaan atau layar. Pada kamera, bagian yang berfungsi untuk menangkap bayangan adalah film, sedangkan pada mata, penangkap bayangan adalah selaput jala atau retina.
Untuk lebih jelasnya, bagian-bagian mata dapat kita rinci sebagai berikut :
1)      Kornea merupakan bagian mata yang bersifat tembus pandang.
2)      Selaput pelangi atau iris, yang terletak di belakang kornea dan berpigmen.
3)      Lensa, terletak di belakang selaput pelangi. Lensa dapat mencembung dan menipih sesuai dengan jarak benda yang akan difokuskan.
4)      Retina, berupa selaput yang mengandung sel-sel indra. Pada retina terdapat bintik kuning dan bintik buta.
a)      Bintik kuning adalah tempat yang sangat peka terhadap rangsang cahaya.
b)      Bintik buta adalah tempat pada retina yang sama sekali tidak peka terhadap rangsang cahaya.
b.      Mekanisme kerja mata
Suatu benda hanya dapat kita lihat jika ada cahaya. Cahaya akan dipantulkan oleh benda itu dan pantulan cahaya masuk kedalam mata melalui lensa mata. Sesampainya di retina, rangsang cahaya itu diterima oleh sel-sel indra, cahaya kemudian diteruskan ke syaraf mata, selanjutnya dikirim ke pusat penglihatan di otak untuk diterjemahkan. Barulah kita melihat benda itu.
Kemampuan mata untuk mengatasi agar bayangan jatuh tepat pada bintik kuning disebut akomodasi.
c.       Beberapa gangguan pada indera penglihatan
Mata dengan penglihatan normal disebut emmetrop. Orang yang tidak dapat melihat benda jauh dengan jelas disebut rabun jauh (miop). Ditolong dengan kacamata minus (berlensa cekung). Mata yang tidak dapat melihat benda dekat disebut rabun dekat (hipermetrop). Dengan memakai kacamata plus (berlensa cembung). Mata yang tidak dapat membedakan garis-garis tegak lurus dan mendatar pada saat bersamaan disebut astigmatisme. Dapat ditolong dengan mnggunakan kacamata yang lensanya berbentuk silindris. Mata tidak jelas melihat benda terlalu jauh atau dekat. Keadaan ini disebut presbiop. Untuk menolongnya diberi kacamata berlensa cembung atau berlensa rangkap. Penglihatan kabur pada senja hari. Peristiwa ini disebut rabun senja. Buta warna adalah suatu kelainan penglihatan di mana penderitaan tidak dapat melihat warna tertentu. Buta warna merupakan penyakit keturunan dan sukar untuk disembuhkan.

B.      Indra pendengaran
Bunyi bergetar dan bergerak di udara dalam bentuk gelombang. Indra pendengaran (telinga) kita begitu peka sehingga dapat menginterpretasikan getaran menjadi berbagai bunyi.
Telinga dibagi menjadi tiga bagian, yaitu luar, telinga tengah, dan telinga dalam.
a.      Telinga luar
Telinga luar terdiri dari daun telinga, lubang telinga, kelenjar minyak dan selaput disebut gendang telinga.
b.      Telinga tengah
Telinga bagian tengah berupa suatu rongga yang berisi udara. Rongga ini terdapat tiga buah tulang pendengar yang sangat halus an letaknya bersambungan yang disebut osikel. Ketiga tulang terkecil dalam tubuh kita ini diberi nama tulang martil, tulang landasan dan tulang sanggurdi.
c.       Telinga dalam
Telinga dalam berawal dari tingkap oval dan terowongan yang disebut labirin. Tingkap oval terbuat dari serangkaian bilik berisi cairan limfe. Bagian utama labirin adalah saluran gelung yang berhubungan dengan oragan keseimbangan dan koklea.
d.      Mekanisme kerja telinga
e.      Gangguan pendengaran
Kerusakan pada genang telinga dapat menyebabkan gangguan pada pendengaran. Kerusakan dapat disebabkan oleh tekanan udara yang tiba-tiba meningkat atau akibat penyakit radang telinga bagian tengah.
f.        Indra keseimbangan
Indra keseimbangan sangat penting untuk membantu kita berdiri tegak atau berputar. Mekanisme indra keseimbangan terletak di telinga dalam, terdiri dari saluran gelug, ultrikulus, dan sakulus.

C.      Indra Pencium
Kita dapat menikmati aroma harum bunga atau parfum, dan kita juga dapat mencium bau bangkai, hal ini terjadi berkat indra pencium yang terdapat dalam rongga hidung. Ketika mencium bau, kita mengindra partikel-partikel kimia di udara.

D.     Indra Pengecap
Pada saat kita mengecap makanan, citra rasa yang timbul sebenarnya merupakan campuran antara rasa dan bau. Sel penerima rasa terletak di lidah. Ketika kita mengunyah makanan, sel-sel penerima pada lidah dan hidung, menyampaikan informasi ke otak.

E.      Indra Peraba
Kita dapat membedakan perabaan kasar dan halus, membedakan panas dan dingin atau membedakan rasa sakit dan tidak karena adanya indra peraba dan perasa. Organ peraba dan perasa kita adalah kulit. Terdiri atas tiga lapisan, epidermis, dermis, dan hipodermis. Epidermis merupakan lapisan lapisan terluar kulit yang merupakan lapisan pelindung. Hipodermis adalah lapisan terdalam yang kaya akan jaringan lemak untuk menghangatkan tubuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih