RANGKA MANUSIA
A.
RANGKA TUBUH MANUSIA
Tubuh kita dapat berdiri tegak karena di
tunjang oleh rangka.karena terletak di dalam tubuh maka rangka dalam (Endoskeleton).
Rangka tubuh kita tersusun atas 3 jenis jaringan yaitu jaringan tulang keras, jaringan tulang rawan, dan jaringan ikat sendi (ligamen).
Tulang merupakan jaringan hidup. Ia
dapat tumbuh dan memerlukan makanan. Penyusunanya terdiri dari sel-sel tulang ,
zat kapur (kalsium), fosfor, dan zat perekat(collagen).
·
Tulang
keras(biasa disebut tulang saja) tersusun atas campuran antara kalsium dan
kolagen.
·
Tulang
rawan tersusun dari selsel tulang rawan yang sifatnya kenyal dan lentur
mengandung lebih banyak zat perekat
B.
GUNA RANGKA
Rangka
tubuh bagi manusia memiliki fungsi sebagai berikut.
1.
Memberi
bentuk, contohnya tulang tengkorak yang memberi bentuk pada wajah.
2.
Menegakkan
tubuh
3.
Sebagai
penopang tubuh, contohnya tulang kaki yang menopang seluruh tubuh.
4.
Melindungi
organ-organ dalam/lunak, contohnya tulang-tulang rusuk yang melindungi jantung
dan paru-paru.
5.
Alat
gerak pasif.
6.
Tempat
melekatnya otot, misalnya pada tulang kering (tibia) menempel otot.
7.
Tempat
pembentukan sel darah mearah, keping darah, dan sel darah putih.
C.
SUSUNAN RANGKA TUBUH MANUSIA
Secara
garis besar, tulang penyusun rangka tubuh terbagi menjadi tiga bagian, yaitu
tulang tengkorak, tulang anggota badan, dan tulang anggota gerak(kaki dan
tangan).
1. Rangka Kepala
Rangka kepala dapat di bagi menjadi:
a.
Tulang Tengkorak(cranial)
Tersusun atas 8 tulang yang kuat dan rata dengan sisi bentuk
zig-zag,yakni:
·
Tulang
dahi (frontal) (1
buah)
·
Tulang
ubun-ubun(parietal) (2
buah)
·
Tulang
tengkorak belakang(occipital) (1
buah)
·
Tulang
baji(sphensid) (2
buah)
·
Tulang
pelipis(temporal) (2
buah)
b.
Tulang Wajah(fasial)
Tersusun atas 14 tulang, yakni:
·
Tulang
rahang atas(maxilla) (2
buah)
·
Tulang
rahang bawah(mandibula) (2
buah)
·
Tulang
pipi dan lengkungan pipi(zyapromaties) (2
buah)
·
Tulang
langit-langit(palatun) (2
buah)
·
Tulang
hidung(nasal) (2
buah)
·
Tulang
air mata(laerimal) (2
buah)
·
Tulang
mata bajak (1
buah)
·
Tulang
lidah (1
buah)
2.
Rangka Badan
Rangka berfungsi sebagai pelindung organ-organ tubuh tubuh
yang terletak dalam rongga badan misal jantung paru-paru. Rangka badan tersusun
atas tulang belakang, tulang dada, tulang rusuk, gelang bahu, dan gelang
pinggul.
a.
Tulang belakang
Merupakan sumbu dari badan dan berhubungan dengan tengkorak.
Tulang ini sering disebuttulang punggung(vertebral column)/tulang pendukung
pusat tubuh(spiral column), yang terdiri dari:
·
Tulang
leher (7 ruas)
·
Tulang
punggung (12 ruas)
·
Tulang
ekor (4 ruas).
b.
Tulang dada
Bentukna pipih agak lebar, panjang kira-kira 15 sampai 20 cm,
tulang ini berhubungan dengan tulang selangka dan tulang rusuk. Tulang dada dapat
dibagi menjadi:
·
Tulang
dada atas (manubrium)
·
Tulang
dada tengah
·
Pedang-pedangan
(tonjolan xhipoid).
Tulang
rusuk berbentuk pipih panjang dan membentuk sangkar. Jumlahnya 12 pasang,
tulang ini bergabung dengan tulang punggung.tulang rusuk dapat dibagi menjadi:
·
Tulang
rusuk sejati (7 pasang)
·
Tulang
rusuk palsu (3 pasang)
·
Tulang
rusuk melayang (2 pasang)
c.
Tulang gelang bahu
Merupakan tempat persendian dengan bahu (lengan atas) terdiri
dari:
·
Tulang
selangka atau clavicula (2 buah), bentuknya seperti huruf S
·
Tulang
belikat atau scapula (2 buah), berupa tulang pipih yang mempunyai tonjolan
sehingga disebut tulang paruh gagak.
d.
Tulang gelang panggul
Merupakan tempat persendian dengan tulang paha, terdiri dari:
·
Tulang
usus (2 buah)
·
Tulang
duduk (2 buah)
·
Tulang
kemaluan (2 buah)
3. Rangka Anggota Gerak
Berupa tulang pipa dan tulang pendek
yang berhubungan satu sama lain dngan
perantara persendian, disebut tulang anggota
gerak karena fungsi utamanya adalah
untuk bergerak. Terdiri dari:
a.
Rangka anggota gerak atas
·
Tulang
lengan atas (2
buah)
·
Tulang
hasta (2
buah)
·
Tulang
pengimpil (2
buah)
·
Tulang
pergelangan tangan (16 buah)
·
Tulang
telapak tangan (10
buah)
·
Tulang
jari tangan (28
buah)
b.
Rangka anggota gerak bawah
·
Tulang
paha (2
buah)
·
Tulang
betis (2
buah)
·
Tulang
kering (2
buah)
·
Tulang
tempurung lutut (2 buah)
·
Tulang
pergelangan kaki (14 buah),
yang terbesar tulang tumit
·
Tulang
telapak kaki (10
buah)
·
Tulang
jari kaki (28
buah)
D.
BENTUK DAN STRUKTUR TULANG
Tulang terdiriatas
sel-sel hidupyang mendapat makanan dari pembuluh darah. Hal ini yang
menyebabkan tulang bisa terus tumbuh sampa mencapai ketinggian yang maksimal.
Memungkinkan juga tulang diperbaiki apabila rusak atau patah.
Beberapa tulang
berisi sumsum tulang, dalam sumsum inilah sel daarah merah dan sel darah nputih
dibentuk. Selain itu mineral, kalsium, fosfor juga di simpan dalam tulang dan
dapat diambil apabila tubuh memerlukan.
1. Bentuk Tulang
Sebagian tulang adalah tulang rawan.
Tulang rawan berangsur-angsur diganti dengan jaringan ikat yang mengeras dan
akhirnya menjadi tulang, proses ini disebut osifikasi
yang berkembang kira-kira sampai umur 20 tahun. Tengkorak dan tulang rahang
tidak berkembang dari tidak berkembang dari tulang rawan, tetapi dari osifikasi
jaringan lunak.
Menurut bentuknya tulang dapat di
dibedakan menjadi sebagai berikut.
·
Tulang Pipa
Tulang ini memiliki bentuk sesuai namanya,
berbentuk pipa. Tulang ini memiliki bentuk memanjang dan tengahnya berlubang
yang berisi sumsum tulang. Contohnya adalah tulang paha, tulang betis, dan
tulang lengan.
·
Tulang Pipih
Tulang ini memiliki bentuk pipih seperti pelat. Contoh dari
tulang pipih adalah tulang penyusun tengkorak, tulang rusuk, dan tulang dada.
·
Tulang Pendek
Tulang pendek memiliki bentuk sesuai dengan namanya
berbentuk pendek. Tulang ini bersifat ringan dan kuat. Meskipun tulang ini
pendek, tulang ini mampu. Contohnya tulang pergelangan tangan dan kaki,
ruas-ruas tulang belakang, tulang tulang jari tangan dan kaki.
2.
Struktur Tulang
Bagian terluar tulag diliputioleh periosterum
yaitu lapisan jaringan pengikat yang kuat yang merupakan tempat melekatnya otot
dan mengandung banyak pembuluh darah yang memberikan makanan bagi tulang.
Dibawah periosterum terdapat lapisan
jaringan yang padat disebut tulang kompak.
Jika diamati di bawah mikroskop irisan jaringan ini akan terlihat banyak
kelompok yang terdiri dari lingkaran-lingkaran yangberlapis-lapis yang di sebut
saluran Havers. Saluran ini berisi pembuluh
darah dan saraf. Sel-sel tulang (osteosit)
melekat dalam kerangka kerasyang berupa lingkaran-lingkaran tersebut. Lingkaran
tersebut terbuat dari serat kolagen
dan diperkuat oleh mineral yang mengandung kalsium
karbonat dan kalsium fosfat. Di sebelah dalam dari tulang kompak terdapat
lapisan jaringan tulang spons. Pada
tulang spons ini terdapat garis tulang (trabecula)
yang tersusun untuk menahan berat dan tekanan.
Pada
tulang pipa, setelah lapisan jaringan tulang spons terdapat lubang. Walaupun sedikit,
lubang ini mempengaruhi kekuatanya,serta membuat tulang pipa menjadi lebih
ringan. Pada bayi rongga tulang spons dan lubang tulang pipa berisi susum
merah. Sumsum ini sangat penting,sebab di sinilah sel darah merah, keping darah
dan sebagian sel darah putih dihasilkan. Sejalan dengan pertumbuhan usia
sebagian sumsum merah berubah menjadi sumsum lemak kuning.
E.
HUBUNGAN ANTARTULANG
Hubungan antar tulang
ini di sebut sendi. Jika hubungan antar tulang tersebut tidak dapat digerakkan
disebut sendi mati. Sedangkan hubungan antar tulang yang dapat digerakkan
disebut sendi gerak
Tulang-tulang yang
menyusun sendi gerak, dihubungkan oleh jaringan ikat sendi. Ujung kedua tulang yang
bertemu pada sebuah sendi diliputi oleh tulang rawan. Antara kedua tulang ituterdapat
rongga sendi yang berisi cairan pelumas disebut minyak msendi atau minyak
sinovial.
Berdasarkan macam
geraknya, sendi gerak dapat dibedakan lagi menjadi:
1. Sendi Putar
Di mana tulang yang satu dapat
berputar mengitari tulang yang lain.
Contoh: hubungan antara tulang hasta
dengan pengumpil, sehingga dapat menggerakkan telapak tangan menelungkup atau
menengadah
2. Sendi Engsel
Sendi engsel mempunyai gerakan tulang
ke dua arah yang menyerupai engsel pintu. Contoh: hubungan antara tulang lengan
atas dengan lengan bawah yang disebut persendian siku, hubungan antara tulang
paha dengan tungkai bawah yang disebut persendian lutut hubungan tulang-tulang
pada jari tangan dan jari kaki.
3. Sendi Peluru
Gerakan tulang ke segala arah.
Contoh: hubungan tulang antara tulang
lengan atas dengan tulang lengan bahu, hubungan antara tulang paha dengan
tulang gelang panggul.
4. Sendi Pelana
Hubungan antara tulang yang satu
dengan yang lain sehingga memungkinkan terjadinya gerakan tulang ke dua arah.
Contoh: hubungan antara tulang
telapak tangan dengan tulang pergelangan tangan.
F.
MENJAGA KESEHATAN TULANG
Tulang yang menyusun rangka kita
terbuat dari sel-sel hidup yang berisi pembuluh darah dan saraf, dapat tumbuh
dan memperbaiki strukturnya sendiri. Sebagian besar jaringan tulang tersusun
dari perpaduan serat kolagen dan mineral. Kolagen memberikan kekuatan dan
kelenturan, sedangkan mineraldapat mengeraskan, tetapi bisa juga menjadi
penyebab patahnya tulangkesehatan tulang tergantung pada ketersediaan kalsium
dan fosfat. Dan itulah yang menyebabkan anank-anakdan ibu yang sedang
mengandung sangat memerlukan mineral-mineral ini dalam makananya.
Apabila tubuh membutuhkan kalsium
lebih banyak dari yang di sediakan oleh makanan maka tubuh akan mengambil dari
perseiaan tulang. Setelah kehilangan kalsium tulang akan menjadi lemah. Orang
tua, terutama wanita sering menderita penipisan
dan perapuhan tulang yang disebut Osteoporosis
yang menyebabkan orang menjadi bungkukdan tulangnya mudah patah.
Olahraga secara teratur dan pemberian
kalsium dalam jumlah yang cukup akan sangat membantu.
G.
KELAINAN DAN GANGGUAN PADA TULANG DAN
SENDI
1. Kelainan dan gangguan pada sendi
Apabila sendi mengalami
infeksi, rongga sendi akan diisi oleh cairan cairan getah radang. Setiap
gerakan pada sendi akan menimbulakan rasa sakit ini di sebut artitis eksundatif. Sebaliknya hal di
atas juga dapat mengakibatkan kekurangan minyak sendi sehinggaketika sendi
digrakan seperti berderik-derik dan menimbulkan rasa nyeri yang disebut artitis sika. Sobeknya selaput sendi
disebut memar , sedangkan lepasnya ujung tulang dari sendi disebut urai sendi atau dislokasi.
2. Kelainan dan gangguan pada tulang
Tulang yang patah
disebut fraktura. Apabila patahnya
tulang tidak merobek kulit disebut fraktura
tertutup. Sebaliknya, apabila tulang yang patah itu mencuat keluar disebut fraktura terbuka. Apabila lebih dari
satu patahan pad asebuah tulang disebut fraktura
berganda. Apabila tulang terjadi pada anak-anak yang masih bertulang lentur
dapat menyebabkan patahan tidak bersih dan tidak lengkap, ini disebut fraktura sebagian.
Tulang mengandung
sel-sel pembentuk tulang (osteoblas)
dan sel-sel penghancur tulang (osteoklas).
Pada setiap tulang yang
masih hidup, terdapat selaput tulang (periosteum)
yang bertugas menumbuhkan tulang. Jika periosteum
ini rusak, bagian tulang yang tidak lagi memperoleh makanan dari periosteum
menjadi mati dan mengering, keadaan seperti ini disebut mekrosis. Periosteum
mampu pula menyambung tulang yang patah. Sambungan ini disebut kalus. Apabila tulang itu hanya retak
saja maka kalus dibentuk dengan cepat, retaknya tulang tersebut efisura
Kebiasaan duduk atau
berdiri yang salah dapat pula mengakibatkan kelainan bentuk tulang belakang.
·
Lordosis,
yaitu tulang belakang bengkok ke belakang. Kelainan ini menyebabkan seseorang
menjadi bungkuk.
·
Kifosis,
yaitu tulang belakang bengkok ke depan. Kelainan ini menyebabkan dada menjadi terlalu
membusung.
·
Skoliosis,
tulang belakang bengkok ke samping. Kelainan ini menyebabkan badan menjadi
condong ke kiri atau ke kanan.
OTOT MANUSIA
Otot merupakan suatu jaringan.
Sel-sel otot bergabung memnajdi serabut-serabut otot, dan kumpulan
serabut-serabut otot membentuk otot. Bentuk dan ukuran otot sangat bervariasi,
ada yang berbentuk lingkaran, pipih, pendek dan panjang. Ukuran pun mulai dari
yang besar, misalnya otot yang menggerakkan mata, panjangnya hanya beberapa
millimeter saja.
A.
Jenis
Otot
Ada
tiga macam jaringan otot di dalam tubuh kia, masing-masing memiliki sel-sel
yang berlainan, yaitu otot rangka, otot polos, dan otot jantung.
1.
Otot
Rangka
Sesuai dengan namanya, otot-otot ini umumnya melekat
pada rangka. Selain dinamakan otot rangkla, otot ini sering disebut otot sadar,
otot volunter, otot lurik atau otot seran lintang. Dinamakan otot sadar atau
otot volunter karena otot rangka dapat dikendalikan oleh otak. Dinamakan otot
lurik karena paabila dilihat di bawah mikroskop tampak adanya daerah gelap
danterang atau garis melintang.
Otot merupakan suatu jaringan. Sel-sel otot bergabung
menjadi serabut-serabut otot dan serabut-serabut otot berkumpul menjadi satu
kesatuan yang disebut berkas otot. Beberapa berkas otot bergabung menjadi
berkas otot yang lebih bersar. Demikian seterusnya sehingga akhirnya berbentuk
satu otot.
Pada umumnya otot rangka berbentuk seperti sekoci,
bagian tengahnya menggembung disebut caal dan kedua ujungnya disebut tendon
(urat otot).
2.
Otot
Polos
Pada otot polos tidak terlihat satu helai pun garis
melintang karena tidak mempunyai kendali apa pun terhadap gerakan-gerakannya
maka otot ini dinamakan otot tak sadar atau otot involunter. Kerja otot ini
tidak dipengaruhi oleh kehendak. Gerakannya lamban, berirama dan tidak mudah
lelah. Otot polos tetap bekerja meskipun kita sedang tidur.
3.
Otot
Jantung
Diberikan nama otot jantung karena otot ini hanya
terdapat pada jantung. Sel-sel menyerupai otot rangka, tetapi kerjanya seperti
otot polos. Otot ini tidak dapat dikendalikan secara sadar, terus bekerja
sepanjang waktu dengan gerakan berirama memompakan darah ke seluruh tubuh.
B.
Cara
Kerja Otot Rangka
Otot
bekerja dengan jam berkontraksi. Pada waktu berkontraksi otot menjadi lebih
pendek, mengembang dan tegang. Otot rangka hanya dapat bekerja jika mendapat
rangsangan dari saraf. Apabila sarafnya rusak otot tidak dapat bekerja.
Otot
yang membengkokkan disebut otot fleksor dan otot yang meluruskan kembali
disebut otot otot ekstensor. Oleh karena otot ekstensor dan otot fleksor
menarik tulang dengan cara otot yang kerjanya antagonis adalah otot bisep dan
otot trisep pada lengan atas.
Ada
pula dua otot yang sama-sama berkontraksi atau sama-sama berelaksasi untuk
menggerakkan tulang. Kedua otot ini bekerja secara sinergis.
Jika
otot mendapat latihan yang teratur dalam waktu yang cukup lama, otot dapat
menjadi lebih besar dan kuat atau hipertrofi. Otot yangs ehat dan terlatih
tidak mudah renggang dan robek. Sebaliknya, otot yang tidak digunakan akan
mengecil dan lemah atau antropi.
C.
Energi
Untuk Gerakan Otot
Untuk
melakukan suatu aktivitas, otot memerlukan sejumlah energi. Energi diperoleh
dari pembakaran glukosa di dalam darah. Proses ini disebut metabolisme. Hasil
buangan dari proses ini berupa karbondioksida dan air. Ketika otot bekerja
perlahan-lahan aliran darah menyediakan oksigen dan glukosa untuk keperluan
itu.
INDRA MANUSIA
Organ
pengindra kita memiliki bagian yang dapat menerima rangsang berupa ujung-ujung
syaraf atau sel-sel reseptor. Satu jenis reseptor hanya bisa menanggapi satu
jenis rangsang. Rangsangan yang diterimanya terlebih dahulu diubah menjadi
impuls syaraf, kemudian oleh serabut-serabut syaraf sensorik diteruskan ke
pusat susunan syaraf (otak dan susunan tulang belakang). Di pusat susunan
syaraf kemudian diolah diartikan sehingga kita mengetahui apa yang terjadi di
sekitar kita.
A.
Indra
Penglihatan
Indra
yang terpenting adalah penglihatan. Bagian otak yang berhubungan dengan indra
ini jauh lebih besar dari pada yang berhubungan dengan indra lain. Mata
merupakan organ penglihatan bagi kita. Bola mata terletak di dalam rongga mata
dan dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak. Bagian depan bola mata dilindungi
oleh selaput tipis, kelopak mata, bulu mata, dan kelenjar air mata.
a.
Bagian-bagian bola mata
Mata
kita meyerupai kamera yangs ering kita pakai untuk memotret objek tertentu.
Mata maupun kamera, keduanya mempunyai lensa yang dapat diatur untuk membentuk
bayangan pada suatu permukaan atau layar. Pada kamera, bagian yang berfungsi
untuk menangkap bayangan adalah film, sedangkan pada mata, penangkap bayangan
adalah selaput jala atau retina.
Untuk
lebih jelasnya, bagian-bagian mata dapat kita rinci sebagai berikut :
1)
Kornea merupakan bagian mata yang
bersifat tembus pandang.
2)
Selaput pelangi atau iris, yang
terletak di belakang kornea dan berpigmen.
3)
Lensa, terletak di belakang selaput
pelangi. Lensa dapat mencembung dan menipih sesuai dengan jarak benda yang akan
difokuskan.
4)
Retina,
berupa selaput yang mengandung sel-sel indra. Pada retina terdapat bintik
kuning dan bintik buta.
a)
Bintik
kuning adalah tempat yang sangat peka terhadap rangsang cahaya.
b)
Bintik
buta adalah tempat pada retina yang sama sekali tidak peka terhadap rangsang
cahaya.
b.
Mekanisme kerja mata
Suatu benda hanya dapat kita lihat
jika ada cahaya. Cahaya akan dipantulkan oleh benda itu dan pantulan cahaya
masuk kedalam mata melalui lensa mata. Sesampainya di retina, rangsang cahaya itu diterima oleh
sel-sel indra, cahaya kemudian diteruskan ke syaraf mata, selanjutnya dikirim
ke pusat penglihatan di otak untuk diterjemahkan. Barulah kita
melihat benda itu.
Kemampuan
mata untuk mengatasi agar bayangan jatuh tepat pada bintik kuning disebut
akomodasi.
c.
Beberapa gangguan pada indera
penglihatan
Mata
dengan penglihatan normal disebut emmetrop. Orang yang tidak dapat melihat
benda jauh dengan jelas disebut rabun jauh (miop). Ditolong dengan kacamata
minus (berlensa cekung). Mata yang tidak dapat melihat benda dekat disebut
rabun dekat (hipermetrop). Dengan memakai kacamata plus (berlensa cembung). Mata yang
tidak dapat membedakan garis-garis tegak lurus dan mendatar pada saat bersamaan
disebut astigmatisme. Dapat ditolong dengan mnggunakan kacamata yang lensanya
berbentuk silindris. Mata tidak jelas melihat benda terlalu jauh atau dekat.
Keadaan ini disebut presbiop. Untuk menolongnya diberi kacamata berlensa
cembung atau berlensa rangkap. Penglihatan kabur pada senja hari. Peristiwa ini
disebut rabun senja. Buta warna adalah suatu kelainan penglihatan di mana
penderitaan tidak dapat melihat warna tertentu. Buta warna merupakan penyakit
keturunan dan sukar untuk disembuhkan.
B.
Indra
pendengaran
Bunyi bergetar dan bergerak di udara dalam bentuk
gelombang. Indra pendengaran (telinga) kita begitu peka sehingga dapat
menginterpretasikan getaran menjadi berbagai bunyi.
Telinga dibagi menjadi tiga bagian, yaitu luar,
telinga tengah, dan telinga dalam.
a. Telinga
luar
Telinga
luar terdiri dari daun telinga, lubang telinga, kelenjar minyak dan selaput
disebut gendang telinga.
b. Telinga
tengah
Telinga
bagian tengah berupa suatu rongga yang berisi udara. Rongga ini terdapat tiga
buah tulang pendengar yang sangat halus an letaknya bersambungan yang disebut
osikel. Ketiga tulang terkecil dalam tubuh kita ini diberi nama tulang martil,
tulang landasan dan tulang sanggurdi.
c. Telinga
dalam
Telinga
dalam berawal dari tingkap oval dan terowongan yang disebut labirin. Tingkap
oval terbuat dari serangkaian bilik berisi cairan limfe. Bagian utama labirin
adalah saluran gelung yang berhubungan dengan oragan keseimbangan dan koklea.
d. Mekanisme
kerja telinga
e. Gangguan
pendengaran
Kerusakan
pada genang telinga dapat menyebabkan gangguan pada pendengaran. Kerusakan
dapat disebabkan oleh tekanan udara yang tiba-tiba meningkat atau akibat
penyakit radang telinga bagian tengah.
f.
Indra keseimbangan
Indra
keseimbangan sangat penting untuk membantu kita berdiri tegak atau berputar.
Mekanisme indra keseimbangan terletak di telinga dalam, terdiri dari saluran
gelug, ultrikulus, dan sakulus.
C.
Indra
Pencium
Kita
dapat menikmati aroma harum bunga atau parfum, dan kita juga dapat mencium bau
bangkai, hal ini terjadi berkat indra pencium yang terdapat dalam rongga
hidung. Ketika mencium bau, kita mengindra partikel-partikel kimia di udara.
D.
Indra
Pengecap
Pada
saat kita mengecap makanan, citra rasa yang timbul sebenarnya merupakan
campuran antara rasa dan bau. Sel penerima rasa terletak di lidah. Ketika kita mengunyah
makanan, sel-sel penerima pada lidah dan hidung, menyampaikan informasi ke
otak.
E.
Indra Peraba
Kita dapat membedakan perabaan kasar
dan halus, membedakan panas dan dingin atau membedakan rasa sakit dan tidak
karena adanya indra peraba dan perasa. Organ peraba dan perasa kita adalah
kulit. Terdiri atas tiga lapisan, epidermis,
dermis, dan hipodermis. Epidermis
merupakan lapisan lapisan terluar kulit yang merupakan lapisan pelindung.
Hipodermis adalah lapisan terdalam yang kaya akan jaringan lemak untuk
menghangatkan tubuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih